Subscribe to Revolution Church

4 Mei 2015

Tulisan ke-8 (Teori Organisasi Umum 2)



PERKEMBANGAN JARINGAN TELEKOMUNIKASI INDONESIA DIBANDINGKAN NEGARA LAIN

Perkembangan jaringan telekomunikasi setiap saat berkembang, selalu ada perkembangan dalam pembuatan sebuah koneksi antara pengguna jaringan yang satu dengan yang lain dengan tujuuan pemberian informasi atau saling tukar menukar informasi. Khusus nya perkembangan jaringan di Indonesia. Perkembangan Apa saja sih menurut kalian yang ada Di tanah Air ini ? iya disini akan dibahas tentang perkembangan jaringan Telekomunikasi di indonesia dan juga akan membandingkan Jaringan Telekomunikasu di Indonesia di bandingkan di negara lain. Berikut Sejarah mengenai Satelit Komunikasi yang pernah di luncurkan di Indonesia

Satelit-satelit Komunikasi Indonesia
No
Nama
Waktu Peluncuran
Jumlah Transponder
 Pesawat Luncur
Perkiraan Usia (Tahun)
1.
Palapa A-1
08-07-1976
12
Delta 2914
7
2.
Palapa A-2
10-03-1977
12
Delta 2914
7
3.
Palapa B-1
19-06-1983
24
Challenger
8
4.
Palapa B-2
06-02-1984
24
Challenger
8
5.
Palapa B-2P
20-03-1990
24
Delta 3920
8
6.
Palapa B-2R
20-03-1990
24
Delta 6925-8
8
7.
Palapa B-4
07-05-1992
24
Delta 7925
11
8.
Palapa C-1
01-02-1996
34
Atlas 2 AS
14
9.
Palapa C-2
15-05-1996
36
Ariane 144 L
14
10.
Palapa D-1
31-08-2009
40
Chinese long march 3B
10*
11.
Telkom-1
13-08-1999
36
Ariane
15
12.
Telkom-2
17-11-2005
24
Ariane 5
15
sumber: http://masdiisya.wordpress.com diolah dr berbagai sumber

Di berbagai belahan dunia, munculnya teknologi broadband memudahkan orang mengakses internet di mana saja dengan teknologi mobile. Bila teknologi generasi pertama/1G yaitu NMT (Nordic Mobile Telephony) dan AMPS (Advanced Mobile Phone System) yang muncul pada awal 1990-an sekadar melampaui keterbatasan fungsi telepon yang statis menjadi dinamis, serta hanya menampilkan suara, maka pada teknologi generasi kedua/2G, GSM  (Global System for Mobile) yang bergerak pada pertengahan dekade 1990-an, teknologi seluler tidak hanya mampu menjadi wahana tukar informasi dalam bentuk suara, tetapi juga data yang berupa teks dan gambar (SMS dan MMS). Karena murah, akses teknologi mobile generasi kedua ini berkembang pesat di Indonesia, sehingga memasuki 2000-an, handphone menjadi perangkat hidup (gadget) sehari-hari.

Sejak tahun 2006, masyarakat di Indonesia sudah bisa menikmati layanan audio-visual yang lebih canggih dengan teknologi generasi ketiga (3G). Ada juga pilihan koneksi internet ke aplikasi seluler dengan sistem UMTS, WiFi, dan WiMAX (Worlwide interoperability for Microwave Access). Aplikasi teknologi terbaru berkaitan dengan kecepatan akses sebagaimana ditunjukkan oleh beberapa jaringan operator seluler antara lain berupa jaringan cepat yang dikenal dengan High-Speed Downlik Packet Access(HSDPA) atau sering disebut dengan 3,5G; yaitu generasi yang merupakan penyempurnaan dari 3G. Terakhir, tidak lama lagi, vendor maupun operator seluler siap dengan teknologi Next Generation Network (NGN) atau 4G. Pada babakan inilah apa yang disebut konvergensi media akan mencapai titik maksimal. Lewat segenggamhandset, orang di berbagai penjuru dunia bisa mengakses informasi secara cepat dan lengkap sesuai kebutuhan (Yusuf dan Supriyanto, Jurnal Komunikasi UII, Volume 1, No. 2, April 2007).

Perkembangan lebih lanjut dari teknologi 4G ini adalah revolusi WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) menjadi LTE (Long Term Evolution) dan revolusi EV-DO (Evolution for Data Only) menjadi UMB (Ultra Mobile Broadband). Pada awalnya LTE dan UMB dijadwalkan masih cukup lama untukmmulai diimplementasikan, mungkin akan lebih cepat dengan kemunculan WiMAX (Worlwide interoperability for Microwave Access) yang memiliki kemampuan seperti halnya 4G.
Bagi teknologi 3G, WiMAX mobile bisa dikatakan sebagai suatu ancaman. Dengan kemampuan layanan komunikasi data yang lebih cepat dari 3G yang ada saat ini,  WiMAX mobile menawarkan kinerja yang lebih baik penggunanya. Di lain sisi jika layanan panggilan suara dengan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol) diintegrasikan melalui WiMAX, diprediksi akan memicu persaingan ketat antara 3G dan WiMAX. Dalam ketersediaan teknologi, saat ini teknologi LTE maupun UMB –sebagai revolusi secara alamiah teknologi 3G—memiliki keterlambatan ketersediaan dibanding teknologi WiMAX (Djamili, Kompas, 7 April 2008).

Di Indonesia bisnis telepon akan terus meningkat meningat penetrasi pasar masih sangat luas untuk dikembangkan. Pertumbuhan penggunan selular (GSM) diperkirakan telah mencapai angka lebih dari 150 juta pelanggan, yang berarti setengah dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 240 juta. Hingga saat ini, pemain-pemain industri selular terus bertambah banyak jumlahnya, meskipun masih dimonopoli oleh operator besar, seperti PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), PT Excelcomindo Pratama (XL), PT Telekomunikasi Indonesia Seluler (Telkomsel), PT Indosat, PT Bakrie Telecom, PT Hutchinson, PT Mobile-8, dan PT Smart Telecom. Di tengah persaingan ketat, mereka tidak hanya memberi layanan yang menjawab kebutuhan berkomunikasi, namun mulai merambah ke bisnis content (isi), seperti ringtone, I-ring, wallpaper, game, dan sebagainya.

Perbandingan Di negara lain mengenai jaringan yang berada di indonesia dan di negaralain iya lah mengenai jaringa yang berada di seluruh dunia, indonesia masih terlambat dalam perkembangan jaringan yang negara lain terapkan di negara nya padahal seharus nya dengan penduduk negara di indonesia ini pemerintah indonesia dalam mengembangkan Jaringan di tanah air harus lebih cepat. contohnya di jaringan 4G yang saat ini mulai diterapkan di indonesia namun penerapnnya baru sampai provinsi provinsi besar saja seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Referensi :

(BAYU WIJAYA / 11113682 / 2KA16)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright 2014 All Rights Reserved OmBaDut theme by INBALATi Converted into Blogger Template by Bayu Wijaya