PERKEMBANGAN JARINGAN TELEKOMUNIKASI INDONESIA DIBANDINGKAN NEGARA LAIN
Perkembangan jaringan
telekomunikasi setiap saat berkembang, selalu ada perkembangan dalam pembuatan
sebuah koneksi antara pengguna jaringan yang satu dengan yang lain dengan
tujuuan pemberian informasi atau saling tukar menukar informasi. Khusus nya
perkembangan jaringan di Indonesia. Perkembangan Apa saja sih menurut kalian
yang ada Di tanah Air ini ? iya disini akan dibahas tentang perkembangan
jaringan Telekomunikasi di indonesia dan juga akan membandingkan Jaringan Telekomunikasu
di Indonesia di bandingkan di negara lain. Berikut Sejarah mengenai Satelit
Komunikasi yang pernah di luncurkan di Indonesia
Satelit-satelit Komunikasi Indonesia
No
|
Nama
|
Waktu Peluncuran
|
Jumlah Transponder
|
Pesawat Luncur
|
Perkiraan Usia (Tahun)
|
1.
|
Palapa A-1
|
08-07-1976
|
12
|
Delta 2914
|
7
|
2.
|
Palapa A-2
|
10-03-1977
|
12
|
Delta 2914
|
7
|
3.
|
Palapa B-1
|
19-06-1983
|
24
|
Challenger
|
8
|
4.
|
Palapa B-2
|
06-02-1984
|
24
|
Challenger
|
8
|
5.
|
Palapa B-2P
|
20-03-1990
|
24
|
Delta 3920
|
8
|
6.
|
Palapa B-2R
|
20-03-1990
|
24
|
Delta 6925-8
|
8
|
7.
|
Palapa B-4
|
07-05-1992
|
24
|
Delta 7925
|
11
|
8.
|
Palapa C-1
|
01-02-1996
|
34
|
Atlas 2 AS
|
14
|
9.
|
Palapa C-2
|
15-05-1996
|
36
|
Ariane 144 L
|
14
|
10.
|
Palapa D-1
|
31-08-2009
|
40
|
Chinese long march 3B
|
10*
|
11.
|
Telkom-1
|
13-08-1999
|
36
|
Ariane
|
15
|
12.
|
Telkom-2
|
17-11-2005
|
24
|
Ariane 5
|
15
|
sumber: http://masdiisya.wordpress.com diolah
dr berbagai sumber
Di berbagai belahan dunia,
munculnya teknologi broadband memudahkan orang mengakses internet di
mana saja dengan teknologi mobile. Bila teknologi generasi pertama/1G
yaitu NMT (Nordic Mobile Telephony) dan AMPS (Advanced Mobile Phone System)
yang muncul pada awal 1990-an sekadar melampaui keterbatasan fungsi telepon
yang statis menjadi dinamis, serta hanya menampilkan suara, maka pada teknologi
generasi kedua/2G, GSM (Global System for Mobile) yang bergerak pada
pertengahan dekade 1990-an, teknologi seluler tidak hanya mampu menjadi wahana
tukar informasi dalam bentuk suara, tetapi juga data yang berupa teks dan
gambar (SMS dan MMS). Karena murah, akses teknologi mobile generasi
kedua ini berkembang pesat di Indonesia, sehingga memasuki 2000-an, handphone menjadi
perangkat hidup (gadget) sehari-hari.
Sejak tahun 2006, masyarakat di
Indonesia sudah bisa menikmati layanan audio-visual yang lebih canggih dengan
teknologi generasi ketiga (3G). Ada juga pilihan koneksi internet ke aplikasi
seluler dengan sistem UMTS, WiFi, dan WiMAX (Worlwide interoperability for
Microwave Access). Aplikasi teknologi terbaru berkaitan dengan kecepatan akses
sebagaimana ditunjukkan oleh beberapa jaringan operator seluler antara lain
berupa jaringan cepat yang dikenal dengan High-Speed Downlik Packet Access(HSDPA)
atau sering disebut dengan 3,5G; yaitu generasi yang merupakan penyempurnaan
dari 3G. Terakhir, tidak lama lagi, vendor maupun operator seluler siap dengan
teknologi Next Generation Network (NGN) atau 4G. Pada babakan inilah
apa yang disebut konvergensi media akan mencapai titik maksimal. Lewat
segenggamhandset, orang di berbagai penjuru dunia bisa mengakses informasi
secara cepat dan lengkap sesuai kebutuhan (Yusuf dan Supriyanto, Jurnal
Komunikasi UII, Volume 1, No. 2, April 2007).
Perkembangan lebih lanjut dari
teknologi 4G ini adalah revolusi WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access)
menjadi LTE (Long Term Evolution) dan revolusi EV-DO (Evolution for Data Only)
menjadi UMB (Ultra Mobile Broadband). Pada awalnya LTE dan UMB dijadwalkan
masih cukup lama untukmmulai diimplementasikan, mungkin akan lebih cepat dengan
kemunculan WiMAX (Worlwide interoperability for Microwave Access) yang memiliki
kemampuan seperti halnya 4G.
Bagi teknologi 3G, WiMAX mobile
bisa dikatakan sebagai suatu ancaman. Dengan kemampuan layanan komunikasi data
yang lebih cepat dari 3G yang ada saat ini, WiMAX mobile menawarkan
kinerja yang lebih baik penggunanya. Di lain sisi jika layanan panggilan suara
dengan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol) diintegrasikan melalui
WiMAX, diprediksi akan memicu persaingan ketat antara 3G dan WiMAX. Dalam
ketersediaan teknologi, saat ini teknologi LTE maupun UMB –sebagai revolusi
secara alamiah teknologi 3G—memiliki keterlambatan ketersediaan dibanding
teknologi WiMAX (Djamili, Kompas, 7 April 2008).
Di Indonesia bisnis telepon akan
terus meningkat meningat penetrasi pasar masih sangat luas untuk dikembangkan.
Pertumbuhan penggunan selular (GSM) diperkirakan telah mencapai angka lebih
dari 150 juta pelanggan, yang berarti setengah dari jumlah penduduk Indonesia
yang mencapai sekitar 240 juta. Hingga saat ini, pemain-pemain industri selular
terus bertambah banyak jumlahnya, meskipun masih dimonopoli oleh operator
besar, seperti PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), PT Excelcomindo Pratama
(XL), PT Telekomunikasi Indonesia Seluler (Telkomsel), PT Indosat, PT Bakrie
Telecom, PT Hutchinson, PT Mobile-8, dan PT Smart Telecom. Di tengah persaingan
ketat, mereka tidak hanya memberi layanan yang menjawab kebutuhan
berkomunikasi, namun mulai merambah ke bisnis content (isi), seperti
ringtone, I-ring, wallpaper, game, dan sebagainya.
Perbandingan Di negara lain
mengenai jaringan yang berada di indonesia dan di negaralain iya lah mengenai
jaringa yang berada di seluruh dunia, indonesia masih terlambat dalam
perkembangan jaringan yang negara lain terapkan di negara nya padahal seharus
nya dengan penduduk negara di indonesia ini pemerintah indonesia dalam
mengembangkan Jaringan di tanah air harus lebih cepat. contohnya di jaringan 4G
yang saat ini mulai diterapkan di indonesia namun penerapnnya baru sampai
provinsi provinsi besar saja seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Referensi :
(BAYU WIJAYA / 11113682 / 2KA16)





0 komentar:
Posting Komentar